SMK Kesehatan Surabaya kembali menggelar kegiatan yang sarat manfaat bagi guru dan orang tua. Pada 21 November, sekolah menghadirkan Ustadz Thohir sebagai narasumber dalam seminar bertema “Strategi Komunikasi yang Efektif Guru dan Orang Tua dalam Menghadapi Permasalahan Siswa Gen Z”. Acara berlangsung di Ruang CBT SMK Kesehatan Surabaya dan diikuti dengan antusias oleh para guru serta perwakilan orang tua.
Sejak awal sesi, suasana seminar terasa begitu hidup. Ustadz Thohir membuka materi dengan mengajak peserta melihat kembali karakter khas Gen Z—generasi yang tumbuh dengan teknologi, cepat menangkap informasi, tetapi juga rentan terhadap tekanan sosial dan emosional.
Beliau menekankan bahwa kunci utama dalam membangun hubungan dengan siswa Gen Z adalah komunikasi yang terbuka, empatik, dan tidak menghakimi. Guru dan orang tua perlu hadir tidak hanya sebagai pengarah, tetapi juga sebagai pendengar yang memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan dirinya.
Di beberapa sesi, Ustadz Thohir menyajikan contoh kasus nyata yang sering terjadi di sekolah—mulai dari penurunan motivasi belajar, konflik pertemanan, hingga perubahan perilaku akibat media sosial. Peserta tampak aktif berdiskusi dan saling berbagi pengalaman, membuat seminar terasa seperti forum keluarga besar yang sedang mencari solusi terbaik untuk anak-anak mereka.
Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua. Menurut beliau, masalah siswa sering kali dapat terselesaikan lebih cepat ketika kedua pihak saling terbuka dan bekerja bersama, bukan saling menyalahkan.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat dan penuh insight. Banyak peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana menghadapi dinamika perilaku siswa di era digital saat ini.
Dengan adanya seminar ini, SMK Kesehatan Surabaya berharap hubungan antara sekolah dan orang tua semakin solid, sehingga proses pendampingan terhadap siswa—khususnya generasi Z—bisa berjalan lebih efektif dan harmonis.

