Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Kesehatan Surabaya 2026, Wadah Siswa Belajar Kepemimpinan dan Menyampaikan Gagasan
Surabaya – Suasana berbeda terasa di lingkungan SMK Kesehatan Surabaya pada Kamis, 24 September 2026. Para siswa mengikuti Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Kesehatan Surabaya Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian pemilihan pengurus OSIS.
Kegiatan debat menjadi salah satu momentum penting bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat gagasan, visi, dan misi dari masing-masing pasangan calon. Tidak hanya menjadi ajang menyampaikan program, debat juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk berani berbicara, menyampaikan pendapat, mendengarkan gagasan orang lain, serta belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Tiga pasangan calon hadir dengan gagasan dan semangat yang berbeda. Masing-masing membawa visi dan misi yang menjadi dasar mereka dalam menawarkan arah kepemimpinan OSIS SMK Kesehatan Surabaya ke depan.
Pasangan Calon Nomor 01: Muhamad Syaifudin Alrafi dan Nabila Putri Arina
Pasangan calon nomor 01 terdiri dari Muhamad Syaifudin Alrafi sebagai Calon Ketua OSIS dan Nabila Putri Arina sebagai Calon Wakil Ketua OSIS.
Pasangan ini mengusung visi:
“Menjadikan OSIS sebagai ruang kolaborasi yang kreatif, dan inovatif untuk menampung aspirasi serta mengembangkan potensi seluruh siswa terutama di bidang non-akademik dan akademik.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, pasangan nomor 01 membawa sejumlah misi. Mereka ingin membangun ruang yang inklusif bagi seluruh siswa agar dapat menyampaikan aspirasi, berkolaborasi, dan berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah.
Selain itu, mereka mendorong siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi serta bakat melalui program yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Pasangan ini juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang suportif dan apresiatif melalui penguatan kolaborasi antara OSIS, siswa, dan seluruh elemen sekolah agar semakin banyak ruang bagi siswa untuk berkarya dan berprestasi.
Pasangan Calon Nomor 02: Abdia Shuja A.A dan Azzahra Aulia M
Pasangan calon nomor 02 terdiri dari Abdia Shuja A.A sebagai Calon Ketua OSIS dan Azzahra Aulia M sebagai Calon Wakil Ketua OSIS.
Pasangan ini membawa visi:
“Mewujudkan lingkungan SMK Kesehatan Surabaya yang seru, inspiratif, aman, nyaman dan penuh semangat melalui program-program yang positif sehingga siswa dapat berkembang, berprestasi dan saling mendukung.”
Untuk mendukung visi tersebut, pasangan nomor 02 memiliki beberapa misi yang berfokus pada terciptanya lingkungan sekolah yang positif dan harmonis.
Mereka ingin meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan antarwarga sekolah. Selain itu, mereka mendorong siswa untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Menciptakan suasana sekolah yang nyaman, positif, dan menyenangkan juga menjadi bagian dari perhatian pasangan ini. Mereka juga ingin mendorong siswa agar terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi, sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan saling menghargai.
Pasangan Calon Nomor 03: Nabilayyu Aisyah Rachman dan Azzam Ramdan Firmansyah
Pasangan calon nomor 03 terdiri dari Nabilayyu Aisyah Rachman sebagai Calon Ketua OSIS dan Azzam Ramdan Firmansyah sebagai Calon Wakil Ketua OSIS.
Pasangan ini mengusung visi:
“Mewujudkan OSIS yang berintegritas, aktif, kreatif, dan peduli, serta menjadi wadah bagi siswa untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi sekolah maupun masyarakat.”
Dalam misinya, pasangan nomor 03 menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan organisasi. Mereka berkomitmen untuk menjalankan setiap tugas dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Mereka juga ingin menciptakan program-program kreatif dan inovatif yang memiliki aksi nyata, sekaligus menjadikan OSIS sebagai wadah aspirasi dan pengembangan potensi seluruh siswa.
Selain meningkatkan keaktifan dan kekompakan siswa melalui berbagai kegiatan positif, pasangan nomor 03 juga membawa misi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan masyarakat.
Debat Jadi Ruang Belajar Kepemimpinan
Debat calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan hanya tentang menyampaikan visi dan misi. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah organisasi membutuhkan pemimpin yang mampu berkomunikasi, bekerja sama, mendengarkan aspirasi, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
Melalui kegiatan tersebut, para calon mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan yang mereka bawa, sementara siswa lainnya dapat mengenal lebih jauh program dan nilai yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon.
Bagi para peserta didik, pengalaman menyaksikan dan mengikuti proses pemilihan OSIS juga menjadi pembelajaran penting mengenai pentingnya partisipasi, menghargai perbedaan pendapat, serta menentukan pilihan berdasarkan pemahaman terhadap gagasan yang disampaikan.
Membangun Generasi yang Berani Memimpin
Organisasi siswa menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk pengalaman kepemimpinan sejak di bangku sekolah. Melalui OSIS, siswa dapat belajar mengelola kegiatan, bekerja dalam tim, menyusun program, menyelesaikan persoalan, serta berinteraksi dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah.
Debat calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Kesehatan Surabaya 2026 menjadi bagian dari proses tersebut. Ketiga pasangan calon telah menyampaikan gagasan masing-masing dengan visi yang berorientasi pada pengembangan siswa dan lingkungan sekolah.
Apa pun hasil dari proses pemilihan nantinya, pengalaman mengikuti rangkaian pemilihan OSIS akan menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh siswa. Para calon telah menunjukkan keberanian untuk tampil dan menyampaikan gagasan, sementara seluruh siswa mendapatkan pengalaman untuk berpartisipasi dalam proses organisasi di lingkungan sekolah.
Saatnya Menentukan Pilihan dengan Bijak
Pelaksanaan debat menjadi salah satu tahapan menuju pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Kesehatan Surabaya Tahun 2026. Setelah mendengarkan visi, misi, dan gagasan dari masing-masing pasangan calon, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pemilihan dengan penuh tanggung jawab.
Lebih dari sekadar memilih pemimpin organisasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa yang aktif, percaya diri, kritis, bertanggung jawab, dan mampu menghargai perbedaan.
Dari ruang debat, lahir keberanian untuk berbicara. Dari proses pemilihan, tumbuh pengalaman untuk memimpin. Dan dari organisasi sekolah, siswa belajar mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.


